Bagaimana Muslimah Menilai Dirinya
Salam Pembaca
Tanggal Selasa 12 Ogos 2008 IU, Cyberjaya menganjurkan satu forum remaja yang pada asalnya saya tidak tergerak hati untuk mengikuti. Bagi saya "I'm no longer Remaja", but because of one reason for Tabung Sahabat oleh Redaksi Insight. Baikkan? Walaupun begitu, saya tertarik dengan pengisian oleh ahli ahli panel yang menusuk ke fikiran seakan nasihat dari seorang ibu dan bapa saya sendiri. Ingat remaja je ke tak reti bercinta. Sometimes orang dewasa pun tak reti. am I right? Dari tajuk yang unik lagi tersendiri itu ditambah dengan para para hadirin dari Institusi Perguruan Islam, Lim Kok Wing dan UPM melihat forum ini hidup dengan kedatangan mereka.
Disini sedikit ulasan yang sebenar dari forum remaja tersebut dari blog sahabat.
Di bawah Sedikit ulasan tambahan tentang Bagaimana Muslimah dalam menilai dirinya yang dapat dikongsi bersama. Take a glancing read awhile here also=)
Kaum Muslimah tidak semestinya menilai keperibadian mereka atas dasar sesuatu yang sangat dangkal, seperti kecantikan. Demikian pula, tidak selayaknya kaum Muslimah memandang rendah diri mereka kerana dianggap gagal memenuhi harapan-harapan masyarakat untuk memperoleh predikat “Wanita Cantik”. Kaum Muslimah harus menyedari sepenuhnya, bahawa citra kecantikan seperti itu hanyalah sebuah mitos yang dimanfaatkan untuk mengalihkan pemikiran dari pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting dalam hidup ini, seperti apakah tujuan hidup yang hakiki atau bagaimana mengatur kehidupan umat manusia dengan cara yang benar.
Kaum Muslimah seharusnya memahami bahawa landasan yang menjadi kayu ukur untuk menilai keperibadian dirinya bukanlah kecantikan wajahnya, tetapi pemikiran dan perilakunya. Ia semestinya menilai dirinya dengan ukuran sejauh mana ketaatannya sebagai seorang hamba kepada Sang Khaliq, serta kuantiti dan kualiti amal perbuatannya dalam melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya semata-mata untuk meraih keredhaan-Nya. Inilah yang menjadi ukuran keberhasilan dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Inilah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi di syurga. Allah Swt mengungkapkannya dalam surah al-Ahzab:
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (TQS. al-Ahzab [33]: 35)
Oleh kerana itu, seorang Muslimah semestinya mengukur keperibadiannya atas dasar ketakwaannya kepada Allah Swt. Sebab, dengan ketakwaan inilah Sang Khaliq menilai umat manusia, dan dengan ukuran ini pula Dia meninggikan darjat seorang manusia dari manusia lainnya. Allah Swt berfirman dalam surah al-Hujurat:
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (TQS. al-Hujurat [49]: 13)
Rasulullah saw juga menjelaskan dalam khutbah beliau yang terakhir, bahawa tidak ada kelebihan seorang manusia atas manusia lainnya, kecuali atas dasar ketaqwaan dan amal solehnya.
Oleh kerana itu, perjuangan yang seharusnya dilakukan oleh kaum Muslimah dalam hidup ini adalah untuk membangun keperibadian Islam seutuhnya dan berusaha menerapkan hukum-hukum Allah Swt dalam kehidupan peribadinya, di tengah keluarganya, serta dalam kehidupan masyarakat. Perjuangan kaum Muslimah bukan diarahkan untuk sekedar mendapatkan kecantikan atau meniru pola pemikiran masyarakat Barat yang dangkal. Rasulullah saw pernah bersabda:
sumber dari sahabat




























Post a Comment